Wednesday, 31 August 2016

Penurunan Interkoneksi: Siapa Untung, Siapa Buntung?

Penurunan biaya interkoneksi disebut-sebut hanya menguntungkan Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Sementara di sisi lain, kebijakan pemerintah ini malah membuat Telkom Group tekor Rp 50 triliun.

Penurunan Interkoneksi: Siapa Untung, Siapa Buntung?

Demikian rangkuman hasil analisa dan rangkuman pernyataan dari berbagai sumber, terkait reaksi atas penurunan biaya interkoneksi untuk 18 skema panggilan telepon tetap dan seluler dengan rata-rata 26%.

XL dan Indosat dinilai akan jadi perusahaan telekomunikasi yang paling diuntungkan jika kebijakan tarif baru interkoneksi itu diberlakukan per 1 September 2016. Sementara, Telkom Group (TLKM) yang dinilai paling dirugikan.

Dalam riset saham yang ditulis Leonardo Henry Gavaza, CFA, analis saham dari PT Bahana Securities, dia memastikan bahwa dua beleid baru tersebut akan menguntungkan dua emiten telekomunikasi yaitu Indosat (ISAT) dan XL (EXCL).

"Dengan dua aturan baru tersebut Indosat dan XL bisa monetisasi jaringan serta menghemat biaya interkoneksi yang selama ini mereka keluarkan," kata dia dalam hasil riset yang dikutip detikINET, Rabu (17/8/2016).

Dari laporan keuangan 2015 tercatat, Indosat membukukan pendapatan interkoneksi sebesar Rp 1,9 triliun. Namun beban interkoneksi yang dikeluarkan Indosat mencapai Rp 2,3 triliun atau tekor lebih dari Rp 400 miliar.

Sedangkan XL mencatat pendapatan interkoneksi Rp 2,391 triliun. Sementara bebannya Rp 2,320 triliun atau untung sebesar Rp 70 miliar.

Pada pergerakan saham Selasa kemarin, saham ISAT ditutup tetap di level 6.600 per saham. Jika disetahunkan, berdasarkan data Bloomberg, maka saham ISAT sudah naik 57,14%.

Sementara saham EXCL ditutup naik 1,68% di level 3.640 pada perdagangan Selasa. Jika disetahunkan, saham EXCL sudah naik 41,93%

Bagaimana dengan Telkom? Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKS, Refrizal menilai potensi kerugian Telkom jika tarif interkoneksi baru diberlakukan awal September 2016, akan mencapai Rp 50 triliun.

Dalam keterangan pers, dia mengaku sudah melapor ke Menteri Keuangan Sri Mulyani adanya estimasi penurunan pendapatan dari BUMN telekomunikasi itu jika kebijakan interkoneksi ini dipaksakan.

Padahal, kata dia, pemerintah sedang berjuang untuk menambah pendapatan negara untuk memenuhi target APBN 2017, dimana target pendapatan negara mencapai Rp 1.737,6 triliun.

Seperti diketahui, Komisi XI DPR memiliki lingkup kerja di bidang keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank.

"Jika pendapatan Telkom turun maka pendapatan negara dari pajak dan deviden Telkom juga turun. Dan tentu ini akan mengganggu APBN 2017 mendatang," papar Refrizal.

Pada perdagangan Selasa, saham TLKM ditutup naik 1,22% ke level 4.140. Saham TLKM jika disetahunkan naik 47,95% dengan yield dividen 2,29%.

Sebelumnya, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza telah memastikan bahwa pemerintah tetap akan menerapkan biaya interkoneksi yang baru di awal September nanti.

Noor Iza juga memastikan, keberatan dan pertimbangan operator tak akan menjadi halangan dan pertimbangan untuk diberlakukannya biaya interkoneksi yang baru.

"Karena interkoneksi adalah domainnya pemerintah, maka hak pemerintah lah untuk menetapkan biaya interkoneksi sebesar Rp 204, atau turun 26% dari Rp 250, pada awal September nanti," tegas dia. (rou/rns)

Thursday, 25 August 2016

Ribut-ribut Interkoneksi, Ini Saran Buat Pemerintah

 Pro dan kontra soal penurunan biaya interkoneksi terus bergulir meskipun pemerintah telah mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai implementasi dari sebelumnya yang rata-rata Rp 250 per menit, turun 26% menjadi Rp 204 per menit.

Ribut-ribut Interkoneksi, Ini Saran Buat Pemerintah

Pemerintah sendiri, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, berencana menerapkan kebijakan tarif itu per 1 September 2016 hingga Desember 2018 sesuai dengan bunyi SE No.1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016.

Pola kebijakan yang diterapkan dari kebijakan ini pun simetris. Artinya, operator dominan (incumbent) dan operator non-dominan hingga minoritas, akan dikenakan perhitungan yang sama.

Walaupun kebijakan ini dapat dievaluasi oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) setiap tahunnya, aturan ini akhirnya membelah operator menjadi dua kubu yang bertolak belakang.

Menurut pengamatan analis ICT yang biasa berurusan dengan regulasi telekomunikasi di Eropa, Ibrahim Kholilul Rohman, perubahan regulasi interkoneksi di negara manapun akan selalu menghadirkan dua kubu yang bertolak belakang.

"Tidak hanya regulasi interkoneksi, tetapi regulasi yang berhubungan dengan telekomunikasi. Di semua negara pasti akan terjadi pro dan kontra dari munculnya satu regulasi," ujarnya kepada detikINET, Rabu (17/8/2016).

Sunday, 21 August 2016

XL Perluas Layanan Demi Penuhi Permintaan 4G LTE

XL Axiata mengklaim permintaan akan akses 4G LTE terus meningkat. Hal ini mendorong operator yang identik dengan warna biru tersebut memperluas wilayah layanan dan infrastrukturnya.

XL Perluas Layanan Demi Penuhi Permintaan 4G LTE

Hingga awal Agustus 2016, pelanggan di 86 kotad an kabupaten dijanjikan sudah bisa menikmati layanan 4G LTE XL. Jumlah pelanggan 4G LTE XL saat ini ada sekitar 8 juta. Pengembangan wilayah ini termasuk juga di luar Jawa.

"Besarnya permintaan pelanggan atas layanan 4G LTE antara lain bisa dilihat dari terus bertambahnya penggunaan SIM Card 4G dan jumlah smartphone 4G yang juga telah dipakai oleh pelanggan, meski di daerahnya belum terjangkau layanan 4G. Kami akan bergerak cepat untuk memenuhi besarnya permintaan pelanggan dan masyarakat tersebut," kata Direktur/Chief Service Management Officer XL Yessie D. Yosetya.

Melalui keterangan, Rabu (17/8/2016) Yessie menambahkan, XL menargetkan 100 kota atau kabupaten akan terlayani 4G LTE hingga akhir tahun 2016.

Beberapa kota dan kabupaten yang paling baru mendapatkan layanan internet cepat tersebut antara lain adalah Serang, Karawang, dan Malang.

Dengan telah terlayaninya pelanggan XL di Serang, maka di wilayah Banten, layanan 4G dari XL sudah bisa diakses di Cilegon, Kabupaten dan Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak. Layanan di Banten ini, termasuk juga mencapai daerah wisata sekitar Pantai Anyer.

Sementara itu, Kabupaten Karawang menambah cakupan wilayah layanan 4G XL di Jawa Barat, khususnya area Pantai Utara. Sebelumnya, layanan 4G sudah terakses di Indramayu, Cirebon, dan Subang. Wilayah lainnya di provinsi yang masuk Central Region XL yang sudah terlayani LTE adalah Bandung Raya, Cimahi, Purwakarta, dan Sumedang.

Di Jawa Timur, wilayah Malang dan sekitarnya, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang juga telah mendapatkan layanan 4G LTE. Kota-kota lainnya yang juga sudah mendapatkan layanan 4G adalah Mojokerto, Gresik, Madiun, Ponorogo, dan Jember. Pelanggan XL di 4 kabupaten di Madura juga sudah dapat memanfaatkan layanan 4G, masing-masing Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Di luar Jawa, pelanggan di Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru juga telah bisa memanfaatkan 4G. Sebelumnya, Medan, Deli Serdang, Palembang, Banyuasin, Batam, dan Belitung sudah lebih dulu mendapatkan layanan 4G.

Sementara itu di Kalimantan, selain Banjarmasin, pelanggan di Kabupaten Banjar Baru, dan Kabupaten Banjar juga sudah bisa menikmatinya. Di ujung Utara Sulawesi, masyarakat di Kota Manado pun sudah terlayani 4G.

Dari sisi infrastruktur, total lebih dari 5 ribu BTS LTE telah beroperasi menopang layanan kepada pelanggan di seluruh kota-kota tersebut. Pembangunan BTS tersebut selain untuk memperluas wilayah layanan juga guna meningkatkan kualitas layanan LTE di suatu area yang memang sudah terlayani, seiring dengan terus meningkatnya jumlah pelanggan. Trafik layanan 4G pun terus meningkat, dan saat ini telah mencapai 182 Tb.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama pada kecepatan dan kestabilan akses internet cepat, XL juga mengupayakannya dengan mengadopsi teknologi terkini.

Salah satunya adalah teknologi 4T4R, yang mampu meningkatkan kecapatan dan kestabilan koneksi hingga dua kali lipat. Kemudian, XL juga melakukan upgrade kapasitas jaringan menjadi 15MHz, serta meningkatkan kapasitas pada jaringan backbone dan transport.

XL pun sudah menerapkan small cell di beberapa titik lokasi gedung di kota besar di Indonesia untuk memperkuat signal dan meningkatkan layanan 4G LTE. (rns/rns)

Format BW untuk Membangun Foto yang Berselera

Banyak cara dilakukan para fotografer untuk menjaga 'standar kualitas exposure' atau pencahayaan. Biasanya fotografer akan mengukurnya dengan light meter atau flash meter. Tool tersebut akan membantu menentukan ISO, speed dan diafragma yang dibutuhkan.

Format BW untuk Membangun Foto yang Berselera

Selain itu, ada trik lain yang mudah yakni dengan mengubah ke format Hitam Putih (BW). Format ini bakal mengajak fotografer membaca subjek hanya dalam 3 unsur yakni hitam, putih serta gradasi antara keduanya. Dengan pilihan yang tidak banyak, mau tidak mau fotografer bakal lebih peka menyimak cahaya dan exposure dengan sistematis dan dramatik.

Kelebihan lain format hitam putih yaitu sangat sensitif terhadap tekstur — salah satu unsur utama fotografi. Perbedaan tekstur dan arah cahaya akan mempengaruhi pekat tidaknya sebuah bayangan dalam membangun karakter subjek. Fotografer pun diajak mengasah reflek membaca cahaya secara menarik.

Untuk mencapai itu tak ada salahnya untuk mencoba saat pemotretan yang terjadwal dan terkonsep. Anda dapat mencoba format BW terlebih dahulu seperti tes lighting sebelum pemotretan sesungguhnya. Cobalah hingga mendapatkan taste dan selera yang paling berselera.
Format hitam-putih (atas) membuat mata lebih fokus pada subjek dan cahaya (exposure). Tidak diganggu oleh elemen warna dan white balance. (Foto: Ari Saputra)

Untuk pemotretan spontan dan tidak cukup waktu bermain dalam format hitam putih bisa dilakukan pasca pemotretan. Yakni dengan mengubah ke dalam format BW di berbagai aplikasi software.

Hasil BW dapat menjadi penilaian, tolak ukur dan semacam 'quality control' meski nantinya tetap menawarkan foto berwarna kepada audiens. Koreksi kesalahan di komputer seperlunya untuk memperkuat Point of Interest atau penokohan dengan tepat. Yang terpenting hindari kesalahan serupa pada hunting foto berikutnya.
Kolase foto dengan format BW dengan kontras gelap-terang yang tinggi. (Foto-foto: Ari Saputra)

Dengan berpatokan pada format BW, kemungkinan mendapatkan pencahayaan dengan tepat bakal lebih maksimal. Tidak lain karena fotografer diajak melihat pergerakan exposure, cahaya, bayangan secara dinamis serta lebih atraktif.

Golnya tentu melatih taste dan cita rasa seni fotografer — sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh lightmeter atau flashmeter.

Microsoft: 'Scorpio' Bisa Jadi Generasi Terakhir Xbox

Kabar mengejutkan muncul dari mulut salah satu petinggi Xbox. Menurutnya, Xbox terbaru yang tengah digarapnya, mungkin saja akan jadi generasi terakhir dari Xbox.

Microsoft: Scorpio Bisa Jadi Generasi Terakhir Xbox

Seperti diketahui, Microsoft tengah menggarap Project Scorpio yang disebut-sebut sebagai penerus Xbox One. Namun Aaron Greenberg mengatakan bisa jadi Project Scorpio ini akan menjadi penutup untuk generasi Xbox.

"Saya rasa demikian. Kami memikirkan masa depan tanpa generasi konsol game. Oleh karenanya kami bertaruh besar untuk Project Scorpio," ujar Aaron, seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Kamis (18/8/2016).

Tapi Aaron menjelaskan masa depan tanpa generasi konsol game yang dimaksud bukan berarti Xbox 'Scorpio' jadi akhirnya. Maksudnya adalah Ia tak mau kalau tiap kali ada Xbox baru yang keluar, maka dianggap sebagai generasi baru.

Aaron menganggap tiap konsol baru yang akan dirilis Microsoft kelak akan disebut sebagai family of devices (Xbox-red). Singkatnya, meski kelak Xbox terbaru dirilis, seri yang lama tidak akan dihentikan produksinya. Sehingga pengguna bisa punya pilihan 'keluarga' Xbox yang mana yang ingin diboyongnya.

"Pada dasarnya yang ingin kami sampaikan adalah 'Ini bukan generasi baru, konsol yang kamu punya sekarang tetap didukung sepenuhnya.' Kami pikir ini (Xbox Scorpio-red) adalah keluarga baru untuk konsol Microsoft," imbuhnya.

Bukannya tanpa alasan, memang bukan perkara mudah mengembangkan konsol game generasi baru. Sony misalnya, produsen Jepang ini butuh setidaknya 7 tahun untuk menggarap PlayStation 4 sebagai penerus generasi sebelumnya.

Microsoft lebih lama lagi, butuh 8 tahun sampai Xbox One diluncurkan. Bisa jadi ketika generasi baru konsol besutannya diluncurkan nanti, Microsoft akan menggunakan nama baru bila Xbox One dianggap sebagai generasi terakhir. Atau bisa juga tetap mengusung nama Xbox One, namun dengan tambahan embel-embel.

Terlepas dari itu, Xbox 'Scorpio' yang bisa dibilang sebagai penyempurnaan dari Xbox One tak akan sendirian ketika dirilis nanti. Pasalnya Sony sebagai pesaingnya tak mau kalah. Santer terdengar kalau Sony juga menyiapkan PlayStation 4 Neo sebagai penantangnya. (yud/rou) 

Saturday, 20 August 2016

Internet 4G LTE Telkomsel Rambah Pulau Nias

Operator seluler Telkomsel terus melebarkan akses layanan internet mobile broadband 4G LTE ke berbagai kota, destinasi wisata, hingga ke pulau terdepan. Seperti di Pulau Nias, Sumatera Utara, contohnya.

Internet 4G LTE Telkomsel Rambah Pulau Nias

"Kami percaya layanan 4G LTE ini akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat Nias, khususnya dalam mencari dan bertukar informasi dengan lebih cepat," kata Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi, Rabu (17/8/2016).

Sukardi lebih lanjut menjelaskan bahwa hadirnya teknologi terkini 4G LTE di Nias ini juga diharapkan akan mendukung perkembangan ekonomi dan pembangunan pulau tersebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk membangun negeri.

Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha juga menyambut baik hadirnya 4G LTE Telkomsel yang pertama di Teluk Dalam. Hilarius menyatakan dengan kecepatan yang dihasilkan oleh layanan 4G LTE, maka hal tersebut dapat mendukung upaya pemerintah di dalam meningkatkan pelayanan publik melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.




Sementara itu Walikota Gunungsitoli, Likhomizaro Zebua juga ikut menyambut baik hadirnya layanan 4G LTE dari Telkomsel di Pulau Nias.

"Kami harap internet cepat ini akan membuka gerbang informasi dan pengetahuan sehingga dapat mendukung perkembangan pendidikan di Nias," ucap Likhomizaro.

Di Nias, layanan Telkomsel 4G LTE dengan kecepatan rata-rata 40 Mbps ini hadir mencakup hingga 70% wilayah di kota Gunungsitoli dan Teluk Dalam. Layanan ini pun didukung oleh 65 Node B (BTS 3G) sehingga pelanggan dapat terus merasakan pengalaman mobile broadband terbaik.

Hal ini menunjukkan komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan layanan mobile broadband di berbagai lokasi, seperti di Teluk Dalam yang sebelumnya dilayani oleh jaringan 2G. Adapun di Nias saat ini terdapat 222 BTS 2G.

"Kami melihat adanya kebutuhan akan akses data yang lebih cepat di Nias, apalagi daerah ini memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi. Tentunya kebiasaan para wisatawan untuk mengunggah foto maupun video ke berbagai aplikasi maupun media sosial menjadi lebih mudah dengan hadirnya layanan 4G LTE di pulau ini," tambah Sukardi

Hadirnya layanan Telkomsel 4G LTE akan memberikan pelanggan pengalaman mobile digital lifestyle yang sesungguhnya, dimana layanan ini akan memungkinkan pelanggan untuk dapat melakukan download, upload ataupun sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, video, games, aplikasi dan lain sebagainya dengan lebih baik.

Saat ini pelanggan di Pulau Nias sudah dapat menukarkan SIM card mereka dengan uSIM (kartu SIM 4G), ataupun mendapatkan kartu perdana 4G simPATI dan kartuHALO di pusat-pusat layanan pelanggan Telkomsel GraPARI yang berada di Pulau Nias. (rou/rns)